Satu dua
Tiga empat lima
Daun jatuh dari pohonnya
Seperti akan gundulkannya
Tapi justru sebaliknya
Jatuh lima tumbuh sejuta
Bagai tak ada habisnya
Bertumbuhan dari ranting pohonnya
Tapi apa jadinya
Pohon banyak daunnya
Namun tak kuat akarnya
Bisa roboh kapan saja
Bila tiada yang kuatkannya
Inilah realita
Yang memang sulit diterima
Tapi kitalah yang sebabkannya
Kitalah yang malas lakukan perintahNya
serta jauhi laranganNya
Kitalah yang malas belajar agama kita
Dan hanya pikirkan dunia
Bahkan kita tak pernah lakukan hal nyata
Bagi saudara kita
Yang sedang dianiaya
di tempat nun jauh di sana
Mungkin banyak yang bicara
Ada juga yang pikirkannya
Tapi tak ada tindakan nyata
Kita hanya pikirkan diri kita
Kitalah yang malas lakukan perintahNya
serta jauhi laranganNya
Kitalah yang malas belajar agama kita
Dan hanya pikirkan dunia
Bahkan kita tak pernah lakukan hal nyata
Bagi saudara kita
Yang sedang dianiaya
di tempat nun jauh di sana
Mungkin banyak yang bicara
Ada juga yang pikirkannya
Tapi tak ada tindakan nyata
Kita hanya pikirkan diri kita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar